Mesin Pencari

Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

Kisah Malam Pertama Pernikahan Tabi’in Tabi’iyah


Ini kisah nyata malam pertama tabi’in bernama Shilah bin Asyyam Abu Ash Shaba’ Al Adawi Al Bashri dan seorang tabi’iyah bernama Mu’adzah Al Adawiyah. Kisah ini sangat mengagumkan hingga diabadikan dalam sirah tabi’in dan tabi’iyah, sampai hari ini dan insya Allah hingga akhir zaman nanti.

Di malam pertama Shilah dan Mu’adzah, keluarga telah menyiapkan rumah dan kamar yang dihias begitu indah. Harum wewangian bukan hanya memenuhi kamar pengantin, tetapi juga memenuhi seluruh rumah. Rumah itu benar-benar disiapkan untuk malam pertama.

Dua insan itu telah berada di bawah satu atap. Hanya mereka berdua di sana. Shilah pun mengucapkan salam kepada Mu’adzah, kemudian ia melaksanakan shalat sunnah. Melihat suaminya shalat, Mu’adzah juga menunaikan shalat. Kedua orang yang terkenal sebagai ahli ibadah itu asyik dengan shalat sunnahnya. Raka’at demi raka’at. Salam demi salam. Mereka tenggelam dalam kekhusyu’an dan nikmatnya ibadah malam. Tak terasa, fajar pun hampir menyingsing. Ketika Subuh tiba, mereka baru menyadari bahwa mereka baru saja menghabiskan malam pertama dengan qiyamullail.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Tips: Mengatasi Suami Marah ala Aisyah

Orang yang cerdas intelektual tidak selalu cerdas secara emosional. Kecepatan seseorang dalam belajar pengetahuan baru, menghafal teks, atau menemukan teori baru tidak selalu berbanding lurus dengan kepandaiannya menjalin hubungan dengan sesama. Termasuk dalam kehidupan keluarga.

Kecerdasan intelektual adalah anugerah bagi orang yang memilikinya. Namun pada saat yang sama ia akan menjadi ujian dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Itu bagi orang yang kecerdasan intelektual menjadikannya angkuh kepada pasangan hidup yang taraf kecerdasannya dianggap lebih rendah. Meskipun sebenarnya suami istri sama-sama cerdas. Fakta banyaknya pasangan keluarga yang berpisah dari kalangan terdidik membuktikannya.

Lain ceritanya jika kecerdasan intelektual itu justru “dimanfaatkan” untuk menjaga langgengnya hubungan.

Suatu hari pada giliran Aisyah, Rasulullah berbaring dengan membuka baju luarnya. Aisyah tampaknya juga sudah tidur. Tiba-tiba Rasulullah bangun dan mengenakan kembali baju luarnya. Keluar dengan pelan-pelan.

Jumat, 25 Oktober 2013

Jadi Remaja Terpintar di Dunia, Saheela Ibrahim Berbagi Rahasia

Di balik penampilannya yang sederhana, gadis muslimah ini masuk daftar 50 remaja terpintar di dunia. Saheela Ibrahim, nama lengkapnya.

Senyum tulus menghiasi wajah remaja asal Nigeria ini ketika diwawancarai. Ia tak berhenti bersyukur ketika disinggung prestasinya. Baru berusia 16 tahun, tetapi namanya sudah dikenal di seluruh dunia. Sejumlah kampus terkemuka di dunia pernah menawarinya beasiswa. Ia juga diterima di 13 kampus ternama di Amerika. Tetapi karena hanya bisa kuliah di satu tempat, Saheela akhirnya memilih Harvard University. Ia sekaligus tercatat sebagai mahasiswa termuda di kampus bergengsi itu.

“Jika Anda bersemangat atas apa yang Anda lakukan, hal terbaik akan muncul. Saya bersemangat soal matematika dan sains," kata Saheela berbagi ‘rahasia’ keberhasilannya seperti dikutip Onislam, Rabu (23/10).

Gadis berjilbab yang menguasai banyak bahasa seperti Arab, Spanyol, Inggris dan Latin ini menceritakan bahwa ia mulai belajar pada usia 5 tahun. Kebetulan orang tuanya mendukung apa yang diminatinya.

Selain menjadi juara kelas, Saheela juga menjadi juara lapangan dan juara panggung. Di lapangan olah raga, ia pandai bermain softball. Sedangkan di pentas musik, ia mahir memainkan trombon, selain juga memiliki suara bagus sebagai anggota paduan suara.

"Saya mencoba yang terbaik dalam segala hal," kata Saheela menularkan semangatnya.

Ke depan, Saheela berencana mengambil jurusan neurobiologi dan berharap menjadi ilmuan yang mempelajari bagaimana otak bekerja.

KIsah Inspiratif dalam Menggapai Hidayah

Sb.http://www.bersamadakwah.com/2013/10/perjuangan-meninggalkan-musik-dan.html
Tahun 1995 adalah tahun yang bersejarah dalam kehidupanku. Tahun di mana ada setitik cahaya menembus hatiku sehingga aku berhasil memenangkan pergulatan hebat di dalam hatiku. Bagaimana tidak? Dahulu aku seorang pecinta musik, lebih khususnya aku penggemar berat seorang artis sehingga hari-hariku diwarnai dengan musik. Tiada hari tanpa musik itulah falsafah hidupku dulu.

Namun suatu hari, karena penasaran dengan isi majalah ANNIDA punya teman kakakku, aku pun mulai membuka-buka majalah tersebut. Tidak ada yang menarik bagiku karena aku bukan penggemar cerpen. Namun tiba-tiba aku membaca sebuah judul artikel yang berbunyi: “Rame-Rame Ganyang Musik” (itu judul seingatku). “Dug.” Jantungku berdetak. Dengan perlahan-lahan aku membaca artikel tersebut yang ternyata berisi tentang pandangan Islam terhadap musik. Hatiku berontak. Aku tidak percaya dengan isi artikel tersebut. Beberapa hari aku tidak bisa tidur karena memikirkannya. Tiba-tiba ada ide untuk mengcopy majalah tersebut sebelum dikembalikan ke pemiliknya.

Rabu, 24 Oktober 2012

“My Hero” dengan sebutan dua nabi pada namanya, Nuh HudDawi


“My Hero” dengan sebutan dua nabi pada namanya, Nuh HudDawi


Sudah lima hari berturut-turut aku bermimpi kakak ku yang ke 2 yaitu kak Nuh dengan nama lengkapnya NuhHudawi. Entah mengapa aku memimpikannya… mungkin aku kangen dengannya sudah lama tak berjumpa, sebab dibawah sadarku aku sangat menghawatirkannya, apalagi saat aku mendengar kak Nuh sakit. Sakit yang sudah lama ia derita yaitu maag kronis.
Dulu saat almarhum bapak yang kami cintai masih sehat, bapak sangat perhatian pada kak Nuh jika maag nya kambuh, bapak dengan sigap dan spontan langsung membuatkan resep tradisional untuk mengobati kak nuh. Subhanallah semoga kebaikan bapak merawat anak-anaknya dijadikan amalan unggulan disisi Allah SWT karena keikhlasan merawat orang sakit yang sangat membutuhkan perhatian dan pertolongan. Luar biasa…
 Kak nuh adalah termasuk kakak laki-laki yang aku kagumi. Dengan kharisma yang dimiliki ia juga seorang sosok laki-laki penyayang yang melindungi adik-adiknya. Terutama bagiku. Aku teringat masa kecil yang indah… saat itu aku masih kelas V SD (kalo ngga’ salah). Ditengah malam aku diperintahkan oleh mama’ membeli sirup di “Atang” sebutan nama warung tak jauh dari rumah kami. Karena sudah malam sekitar jam 9-an akupun sempat menolak perintah mama’, tapi karena kakak-kakak ku tidak ada yang mau menggantikan dan mama’ sudah terlihat marah, maka dengan setengah hati dan wajah cemberut aku ambil uang dari tangan mama’ dan langsung pergi ke warung tersebut.
Sebetulnya hatiku juga dagdigdug takut karena harus melewati tongkrongan para remaja laki-laki yang suka ngerokok, jadi aku takut… sempat aku terhenti sebelum tikungan tongkrongan itu tapi bismillah aku cepatkan langkahku saat melewati para remaja itu yang tengah asyik ngerokok dan makan kacang sambil terlihat tertawa dan mengobrol.
Akhirnya aku sampai diwarung Atang, dan selesai membeli dua buah sirup yang dibungkus plastik hitam yang tipis segera aku keluar dari warung itu, dengan menjinjing erat belanjaan ditangan kananku.  Tapi belum sampai jarak 4 meter dari warung, plastik itu sobek karena tipis dan pecahlah satu sirup yang baru aku beli didekat got/saluran air. Spontan aku terdiam (bengong), takut  bercampur rasa bersalah dan takut dimarahi karena aku bingung harus bagaimana nanti menjelaskan ke mama’??? sebab kondisi keluarga kami saat itu sangat pas-pasan, jadi pasti sangat disayangkan jika harus membelinya lagi.
Saat dalam situasi panik sambil menangis, ternyata ada seorang laki-laki yang mengawasiku sejak tadi lalu datang menghampiriku. Ya..iya adalah “my hero” pada saat itu, kak Nuh ia langsung menenangkanku dan berkata “ngga papa nanti kak Nuh datengin bang Atangnya” sebetulnya akupun semakin takut, kenapa ia harus ngedatengin bang Atang padahal bukan bang Atang yang mecahin. Bingung dan takut terus berkecamuk dalam diriku. Tapi aku hanya bisa diam dan menurut apa kata kak Nuh.
Aku ikuti dia menuju kembali kewarung Atang, lalu ia bilang ke bang Atang “bang, anak kecil beli 2 botol sirup gede dikasihnya plastik tipis cuma 1 lembar  lagi… di doble ke’…” begitu kata kak Nuh dengan nada tinggi dan marah ke bang Atang yang cuek meresponnya. Tapi anehnya bang Atang ngga banyak ngomong ngebales omongan kak Nuh ia malah langsung mengganti sirup yang uda pecah tadi. Subhanallah bagai tersiram air dingin yang sejuk hatiku saat itu, tenang, nyaman dan damai terasa..hufff… Alhamdulillah aku pun bisa bernafas lega. Akhirnya aku pulang dengan ditemani “My Hero”  kakak ku, kak Nuh. Ternyata ia juga bilang padaku bahwa sudah membuntuti ku sejak dari rumah karena khawatir anak perempuan keluar malam. Subhanallah.. begitu perhatiannya beliau sebagai kakak. Semoga dibalas dengan yang terbaik oleh Allah SWT. Amiiin…
Kebiasaan positif lainnya dari seorang NuhHudawi yang memiliki 2 nama nabi tersebut ialah beliau jika pergi bersama adik-adik perempuannya atau dengan orangtua pasti memposisikan diri sebagai penjaga. Misalnya jika berjalan dijalan raya ia pasti paling pinggir karena takut kami keserempet kendaraan dan jika menyebrang jalan ia pasti lebih dulu dengan tangan menyetop kendaraan seolah-olah bagai polisi lalu lintas yang akan menyebrangkan nenek-nenek dijalan.xixixixi.. Luar biasa… hal itu membuat kami merasa aman dan nyaman. Salut untuk kak Nuh ;) J
Doa kami untuk Kak Nuh :
Ya Allah jadikanlah ia pemimpin yang sholeh terutama dalam keluarganya menuju kejalan yang lurus dan engkau ridhoi.. Angkatlah penyakit dari tubuhnya, sehatkanlah ia. Peliharalah dan lindungi dirinya sebagaimana ia melindungi orang lain. Berkahilah rezeki yang ia miliki. Dan ampunilah dosa-dosanya yang disengaja ataupun tidak disengaja. Amiiin ya robbal ‘alamiin..

Jakarta, 8 Dzulhijjah 1433 H
By. Cahyaizzah_Rabbanii

Sabtu, 29 September 2012

DIA DIMATA KOE, kak Sari



Riwayatnya seorang Sri Riwayati

                Sri Riwayati itulah nama lengkap dari seorang ibu cerdas beranak empat yang konon katanya nama itu diberikan bapak karena kelahirannya penuh dengan riwayat. Mulai dari ketika lahir tidak ada suara tangisan lalu kepalanya pernah nyangkut di ranjang dan mungkin masih banyak lagi riwayat yang belum aku ketahui.
                Sosok perempuan tangguh yang satu ini banyak menginspirasi kehidupanku. Ia adalah anak pertama dari sebelas bersaudara. Subhanalloh.. bagaimana tidak dikatakan tangguh, saat  masih kuliah ia harus membantu orangtua mengurus kedelapan adiknya baik secara moril maupun materil, misalnya saja dengan membantu mengerjakan pekerjaan rumah, mengajari adik-adiknya pelajaran sekolah, mencari uang dengan memberi les / privat agar ongkos kuliah tetap berjalan lancar. Dan hebatnya disisi lain ia pun tetap menjaga ruhiyah dengan mengikuti berbagai macam pengajian, aktif di organisasi serta berprestasi dalam akademiknya.
                Pada jenjang pendidikan SD hingga SPG (sederajat dengan SMA) ia  juga berprestasi dengan  selalu mendapat rangking tiga besar. Ya…sangat membanggakan orangtua dan memberi imbas harum nama keluarga. Sehingga adik-adiknyapun yang meneruskan sekolah di MTsN jika bilang anaknya Pak Umar maka dibilang “oooooooh adiknya Sari Sri Riwayati, yang selalu rangking satu” Huufffff berat rasanya beban ini…
                Kak Sari itu biasa kami memanggilnya dalam keluarga, merupakan seorang perempuan yang patut ditiru karena kegigihannya menuntut ilmu hingga kuliah disaat kedelapan adiknya juga butuh biaya pendidikan, ia tetap semangat dan optimis bisa menyelesaikan kuliah. Dengan azzam yang kuat, dukungan orangtua serta keridhoan Allah SWT membuat ia berhasil lewati masa-masa sulit tersebut.
                Sumbangsihnya terhadap diriku pun sangat besar, saat aku SD kak Sari sering memberi tambahan jajan kepadaku jika memperoleh bayaran les/privat dari orang yang ia ajari. Sering pula dikala malam ia mengajariku pelajaran sekolah,  bahkan terkadang yang mengambil rapotku di sekolah juga kak Sari.
                Alhamdulillah kini atas pernikahannya dengan k’Aryadih putra pertama dari 9 bersaudara mereka dikarunia 4 orang anak yang semuanya unik menurut koe. Ujian dalam hidupnyapun masih terus berlanjut mulai dari dilantiknya ia menjadi PNS dan harus meninggalkan putra pertamanya untuk mengikuti pelatihan, yang saat itu putranya baru berusia  1 bulan dan harus ditinggal selama 10 hari. Alhamdulillah orang-orang disekelilingnya sangat baik terhadapnya, hingga banyak bala bantuan saat ia tengah membutuhkan. Mungkin banyak lagi kisah ujian hidup beliau yang aku tidak dapat jabarkan disini. Rasa sigap dalam membantu keluarga terlebih lagi memiliki dua keluarga besar merupakan acungan jempol yang luar biasa yang dapat aku apresiasikan untuknya. Membantu adik-adiknya yang mau kuliah, yang mau nikah serta totalitas yang diberikan ketika merawat almarhum bapak Umar Saili ketika sakit. Subhanallah semoga Allah memberi keberkahan dalam setiap rezeki yang dimilikinya. Hal itupun Allah  buktikan dari kemudahan dan rezeki yang Allah berikan seperti terpilih menjadi PNS digelombang awal, dapat melanjutkan kuliah S1 ditengah kesibukannya mengurus tiga anak pada saat itu, diberi kemudahan dalam sertifikasi, dapat membiayai anak-anaknya sekolah bahkan anak sulungnya masuk ke sekolah favorit / unggulan.
                Dengan mendampingi suami yang sholeh mereka mengarungi bahtera hidup dengan sabar, ikhlas dalam kebersahajaan dan kesederhanaan. Meskipun gali lobang tutup lobang dilakukannya tapi selalu ada jalan untuk mengakhiri setiap permasalahan yang mereka hadapi.
                Kedekatan kak Sari dengan Mama’ khususnya mebuat aku iri, karena sangat sulit bagiku untuk bisa dekat dengan mama’. Dan aku sadar kedekatan yang tercipta antara mama’ dengan kak sari bukanlah hubungan yang terbina dengan instant melainkan telah terbina sekian lama sehingga mama’ pun merasa nyaman untuk berbagi cerita dengan kak sari. Ia pun selalu membina tali silaturrahiim walaupun via sms dan sekedar menanyakan kabar adik-adiknya. Subhanallah..satu hal lagi yang patut untuk ditiru dari kemuliaan seorang anak sulung yang hidupnya penuh dengan riwayat.
                Sepenggal firman Allah dalam QS. Al Baqarah ayat 83 ; ”…berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat…”
Dari firman Allah tersebut diatas ternyata yang dilakukan kak Sari dengan sering membantu keluarga ataupun berbuat baik terhadap kedua orangtua memang diperintahkan Allah secara tegas. Sehingga balasan yang Allah berikan kepadanya sesuai dengan yang apa yang dilakukannya.
                Doa  untuk Kak Sari yang menginspirasi hidupku:
Ya Allah.. Lindungilah keluarganya, sehatkanlah raganya dan angkatlah penyakit dalam dirinya.
Berikanlah rezeki yang halal, banyak dan berkah
Karuniakanlah anak-anak yang sholeh dan sholehah sebagai bekal di akhirat kelak
Permudahkanlah segala urusan dan niat baiknya
Dan terus berilah kesabaran dan keikhlasan untuknya..
Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhioroti khasanah waqina ‘adzabannar..


DIA DIMATA KOE, Mama'



Mama’ koe Dalilah  

            Pada edisi perdana ini aku teringat dengan suatu hadits riwayat Muslim yakni Pernah suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw, ia bertanya kepada Rasulullah saw," Ya Rasulullah, siapa dari manusia yang paling berhak aku utamakan? Rasulullah saw bersabda "Ibumu". Laki-laki tersebut bertanya kembali, "kemudian siapa lagi?" Rasulullah saw bersabda, "kemudian ibumu". Laki-laki tersebut betanya kembali, "kemudian siapa lagi?" Rasulullah bersabda, "kemudian ibumu". "Kemudian siapa lagi?" Rasulullah bersabda, "kemudian ayahmu". Berlandaskan hal tersebut kumulai kacamata ini dengan kisah seorang ibu yang super mulia bagi koe.
Beliau adalah seorang ibu yang mulia dan telah melahirkan 11 orang anak dari rahim beliau.  Dengan tulus ikhlas beliau merawat dan mendidik semua anaknya, dan Allah maha berkehendak lagi maha penyayang ia berikan investasi tak ternilai bagi  ibunda tercinta kami sebagai bekal akhirat kelak, anak ke 11 yang diberi nama RaihanulJannah menghembuskan nafas terakhir dibulan ke 7 dalam kandungan pada tahun 2000.
Dalilah itulah nama beliau, lebih sering dipanggil cing Lila’  oleh sanak saudara maupun para tetangga. Subhanallah..kesan yang luar biasa dari sosok ibunda ini adalah “peacemaker” maksudnya adalah pendamai kusebut demikian karena seringkali ada masalah didaerah kami ia sering mendamaikan orang yang berselisih dan tak jarang banyak para ibu yang curhat mengenai masalah pribadi maupun yang sifatnya umum. Tapi semoga dijauhkan sang bunda dari “ghibah” ..Amiin. Dari curhat tersebut cing Lila ia biasa disapa, selalu memberi solusi yang tepat bagi  ibu-ibu tersebut sehingga  rasa percaya masyarakat sekitar tinggi terhadapnya. Tak jarang ia diberi amanah memimpin pengajian para ibu, menjadi pembuka acara jika ada lamaran, memimpin acara ulangtahun /tasyakuran, dll.
Selain itu beliau sering juga menyaksikan sakratulmaut dari orang-orang yang akan meninggal dunia.. ia biasa dipanggil jika ada orang yang  sudah sakit parah untuk diminta mengaji atau membacakan doa-doa dengan maksud mengarahkan agar orang yang sakit itu jikalau meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan menyebut kalimat “Lailahaillalloh”. Dan MasyaAllah seringsekali Allah memperlihatkan sakratulmaut orang yang akan meniggal kepada beliau.. sehingga begitu banyak ibroh yang kami dapat dari kisah yang diceritakan kembali oleh mama’ kami Dalilah.  Begitupun saat ayahanda tercinta, suami dari ibunda kami yakni Umar Saili menjemput ajalnya ditahun 2011 lalu. Kembali Allah maha kasih terhadap mama’ ia diberi kesampatan untuk mendampingi suami tercinta disaat sakratulmaut.. Innalillahiwainna ilaihi rooji’un..
Kemuliaan dan kebersihan hati mama’ koe juga tercermin dari ringannya tangan beliau dalam memberi sesuatu kepada oranglain terlebih lagi kepada para cucu yang jumlahnya sudah sampai kurang lebih 25 orang. Huffffff kecil kecil pula.. Jadi setiap kali kerumah “nenek”  itu sebutan bagi para cucu di keluarga besar Alm.UmarSaili, selalu mereka di berikan uang oleh neneknya.. Yach gimana  lagi yach…orangtuanya nolak tapi anaknya pingin banget and neneknya juga rada’ maksa.. hehehe..ya sudahlah akhirnya diambil dengan senyum bahagia dan mata berbinar oleh para cucu yang diberi uang oleh nenek yang tampak masih berusia 40 th.. Mungkin asal orangtuanya tau diri aja kali yeee J ‘coz tekor juga tuh kantong neneknya..hehe. Tapi subhanalloh keberkahan selalu menyertai sang nenek tercinta.
Mimpi dan harapan beliau sudah melebihi dari cukup, itu ungkapan yang tersirat dari lisannya. Memiliki suami yang baik dan sabar dan dapat dijadikan sebagai guru untuk beliau, walau kini sudah lebih dulu dipanggil sang Illahi. Anak-anak yang soleh dan solehah katanya..amiin.. Cucu-cucu yang cerdas dan smoga salahsatunya menjadi penghafal Qur’an atau ulama. Amiiin.. serta Alhamdulillah dapat menyembelih hewan kurban tiap tahunnya. Dan memang belum lengkap rasanya mimpi dan harapan beliau di dunia selagi belum melaksanakan ibadah haji ketanah suci, menziarahi makam nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Amiin.. Smoga hal yang belum tercapai, Allah kabulkan dalam setiap doa-doa kami. Amiiin ya robbal ‘alamiin.
Doa kami:
“Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”
"Ya Allah...ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil"  Ya Allah izinkanlah ibunda tercinta kami menziarahi makam nabi Muhammad SAW dan melaksanakan ibadah haji dalam keadaan sehat wal’afiat dan kembali menjadi haji yang mabrur, bersihkan selalu hatinya, rahmati kehidupannya, berikan rezeki yang halal, banyak dan berkah sebagaimana doa yang dilantunkannyanya untuk kami. Panjangkan umurnya dalam keadaan taat padaMu ya Allah. Sehatkan ia agar bisa selalu beribadah dalam keadaan khusu’ kepadaMu dan Masukkan kelak ia dalam syurgamu ya Allah..
Ya Allah..
Indahkan ucapan kami kepadanya, Haluskan tabiat kami dihadapannya, Lembutkan hati kami untuknya, Jadikan kami orang yang sangat mencintainya
karna Allah SWT..
Ya Allah..
Balaslah kebaikannya karena telah mendidik kami, Berikan pahala yang berlipatganda kepadanya karena telah memuliakan kami, Jagalah ia sebagaimana mereka memelihara kami pada masa kecil..

Ya Allah..
Jangan biarkan kami lupa untuk menyebut mereka sesudah shalat kami, pada saat malam ketika munajat berserah diri padaMu, saat derasnya air mata membasahi sajadah.. karna Rasulullah berkata saat itulah diijabahnya doa seorang hamba terlebih lagi doa anak yang sholeh…

Amiin..amiiin ya robbal’alamiin…

Rabu, 15 Februari 2012

Mimpi Koe

MIMPI YANG INDAH   
14.2.2012
Bapak & Mama'
Senin pagi itu aku bermimpi....Subhanallah indah sekali :)
"Aku bertemu bapak, menciumnya...kucium wajah beliau antara pipi dan alis...ya berkali-kali sambil kukatakan SYURGA PAK...SYURGA PAK...YA...SYURGA UNTUK BAPAK, lalu beliau mengangguk dan berkata IYA...IYA..."

Menangis diri ini...karna rindu...
Andai dapat aku rekam dengan video mimpi  itu..akan kuabadikan..dan aku upload di dunia maya, bukti bahagia nya diri ini... dan rasa syukur karna memiliki bapak yang "super".






Minggu, 25 Desember 2011

Kenangan bersama Bapak tercinta

Bismillah...Dengan nama Allah yang berhak menghidupkan atau mematikan sesuatu..
Sudah dua hari kami ditinggalkan alm.ayahanda tercinta Bpk Umar Saili, sedih, duka terus meliputi pikiran dan perasaan ini. Subhanallah...hanya kesan positif yang ditinggalkan alm.... ya...bisa dibilang tidak ada kesan negatif yang melekat dalam pikiran ini.

Sosok laki2 yang luar biasa dan figur ayah yang keren.. ya itulah bapak kami, bpk UMAR SAILI.
yang mengabdikan dirinya sebagai guru, guru untuk istrinya, keluarga bahkan ribuan anak didiknya yang tersebar kepelosok bumi Allah..smoga amanah sebagai pendidik dari Allah menjadai ladang amal terbesar yang dapat menghantarkan almarhum menuju surga-Nya. Amiiin ya robbal'alamiin..

Ada beberapa kenangan yang sangat terkesan bagiku mengenai sosok almarhum yakni sebagai motivator untuk seorang izzah kecil yang pemalu. Dulu waktu aku kecil aku sering dibilang PEMALU oleh banyak orang ataupun saudara-saudaraku. Judges demikian membuat aku benar2 menjadi anak yang pemalu dan takut melakukan sesuatu hal. Apalagi kalau harus bertemu orang atau tampil dihadapan banyak orang. Waaah aku pastinya mengumpat dibelakang badan bapak atau mama, atau aku akan tertunduk dalam-dalam...hehehe jadi lucu kalo teringat akan hal tersebut.

Walau demikian aku sebenarnya berani "tapi ama bapak".  Saat itu bapak sangat mendukung kemampuan yang ada pada diri ini padahal hal itu mungkin bagi orang lain biasa aja dan mungkin juga nyebelin, aku Nur Azizah walaupun pemalu tapi "banyak tanya" kritis kata bapak... Aku bertanya ini bertanya itu bertanya banyak hal yang aneh-aneh..mungkin aku nggabisa nyebutin satu persatu...ya misalkan aja aku bertanya tentang Tuhan  bertanya tenatang pemerintahan, dll pokoknya kalo ada sesuatu dibenakku langsung aja aku tanyakan pada bapak, karna aku yakin bapak pasti menanggapi positif dan mau menjawab jika ia bisa jawab. Dan subhanallah jika ia kewalahan dengan pertanyaan2ku dan tidak punya jawaban untuk pertanyaan2 tsb yang kulontarkan ia mengalihkan dengan memujiku ; "anak bapak ini memang anak yang hebat, pintar dan kritis, insyaAllah ini adalah calon wartawan.."(sambil tersenyum bangga dan menyentuh rambutku).

Motivasi dan pujian itulah yang membuat aku yakin bahwa aku BISA dan aku berani untuk tampil dan maju didepan banyak orang. Jiwa leadership itu muncul sedikit demi sedikit, sehingga alhamdulillah aku bisa memimpin diriku, memimpin teman2, memimpin oranglain juga memimpin murid-muridku tercinta...

Walaupun tidak menjadi wartawan tapi pujian itu bisa mendobrak diriku menjadi jiwa yang pemberani dan kritis akan sesuatu hal...

Trimakasih bapak...itu baru salahsatu seklumit kisah atau kenanganku bersama bapak. Masih ada lagi kisah lainnya....yang insyaallah akan kutuliska dilain waktu.
Trimakasih BAPAK....Doaku agar engkau ditempatkan disurganya Allah... Amiin..